Sinopsis Drama Asia "Fated To Love You"
Fated To Love You (FTLY) adalah sebuah drama yang keren banget.
Sinopsis Drama Asia "Fated To Love You"
Episode 1 : Go! Chen Xin Yi
Drama ini menceritakan Chen Xin Yi cewek naïf tapi penuh semangat dan
selalu positive thinking. Xin Yi tidak pernah menolak permintaan orang,
apabila disuruh dia akan datang sehingga dia selalu dimanfaatkan oleh
teman kantornya. Xin Yi adalah orang yang takut menolak permintaan orang
lain karena waktu di dalam kandungan sebenarnya ibu Xin Yi tidak ingin
melahirkan anak perempuan lagi (Xin Yi mempunyai dua kakak perempuan).
Tapi bagi ayah Xin Yi, dia adalah putri yang akan mendapatkan
pangerannya, putri yang akan dicintai oleh pangerannya seperti cerita
Upik Abu / Cinderella yg sering diceritakan ayahnya. Dan Xin Yi selalu
menunggu hari itu tiba.
Dengan penampilannya yang biasa banget membuat Chen Xin Yi sulit
mendapatkan cowok. Tapi Xin Yi tetap semangat karena dia selalu ingat
pesan ayahnya. Sampai suatu hari, ada teman sekantornya bernama Gu Ji,
pura-pura memuji bahwa Xin Yi terlihat sangat imut dan memberikan nomor
teleponnya kepada Xin Yi. Gu Ji lalu mengajak Xi makan malam. Ini
membuat Xin Yi berbunga-bunga, ia berpikir kalau cowok tersebut beneran
suka sama dia, karena ini merupakan pertama kalinya ada orang yang
melihatnya , padahal aslinya cowok tersebut hanya ingin ditraktir makan.
Pulang kantor, saat natal hampir tiba dan salju turun, Xin Yi melihat
iklan tentang perjalanan romantis di kapal pesiar dan berniat mengajak
pacarnya, Gu Ji, untuk pergi berpesiar. Xin Yi pun rela menghabiskan
tabungannya untuk masuk club, membeli tiket kapal pesiar dan dengan
kenaifannya, Xin Yi rela melepaskan keperawanannya pada pacarnya itu di
kapal pesiar.
Di kapal pesiar, belum apa-apa Gu Ji lirik-lirik cewek yang lebih seksi.
Chen Xin Yi yang saat itu sedang flu dan harus minum obat flu, tetap
berkeinginan menyenangkan pacarnya itu dengan memberikan malam pertama.
Di tempat lain, di kapal yang sama, Ji Cun Xi ingin melamar pacarnya
yang bernama Anna di atas kapal pesiar dengan suasana yang romantis.
Anna adalah seorang ballerina, tapi sayangnya Anna adalah tipikal cewek
yang ambisius, yang lebih menganggap ballet di atas segalanya. Tiba di
pelabuhan, Ji Cun Xi mendapat telpon dari Anna. Anna bilang, kalau dia
dapat kesempatan untuk peran Odette, yang mana selama ini peran ini
sangat d iidam-idamkannya. Untuk itu, ia harus belajar di luar negeri
dan harus segera berangkat hari itu juga. Tanpa pikir dua kali ,dia
putuskan ambil kesempatan itu dan meninggalkan Cun Xi.
Di kapal pesiar tersebut, Cun Xi bertemu dengan dua orang warga yang
pulaunya akan dibeli oleh Cun Xi. Waktu mereka sedang bercengkerama,
tanpa sepengetahuan Cun Xi salah satu dari mereka memasukkan obat
perangsang ke dalam minuman Cun Xi. Karena merasa pusing, Chun Xi balik
ke kamarnya yang ternyata berhadap-hadapan dengan kamarnya Xin Yi, 1006
dan 1009.
Xin Yi yang habis minum obat flu, sekembali dari dak kapal untuk menemui
pacarnya, salah masuk kamar, ia salah lihat nomor kamar yg ternyata
adalah kamar Ji Cun Xi. Cun Xi yang utak sengaja meminum obat perangsang
berpikir kalau yang tidur di sampingnya adalah Anna, dan adegan 20
tahun ke atas pun terjadi.
Cut / Sinopsis Loncat
Episode 2 : Pregnant?! Stop kidding Cupid
Episode 3 : What?! The baby is mine
Chen Xin Yi keceplosan bahwa dia hamil. Tapi karena ibunya masih sibuk
berdemo, kakak Chen Xin Yi mengajaknya pulang duluan. Demo itu
sebenarnya untuk mendemo Ji Cun Xi yang disuruh ke pulau itu. Mereka
menunggu kedatangan Ji Cun Xi tanpa tahu seperti apa wajahnya, mereka
pikir orangnya pasti berpakaian perlente dan selalu berbicara di ponsel
seperti orang yang sibuk, penggambaran itu sesuai dengan Anson yang
sibuk menelpon JI Cun Xi yang terpisah darinya.
Ji Cun Xi akhirnya sampai di pulau itu, tapi di tempat lain dari
pelabuhan. Dia sempat bertemu dengan Wu Liu Liu, tapi berhasil kabur. Ji
Cun Xi pun menuju pabrik untuk bertemu Wu Qi Qi untuk meminta chip
memori berisi fotonya. Mereka lalu berkelahi. Tentu saja Ji Cun Xi yang
menang, Wu Qi Qi pingsan kena hantaman ember di kepalanya. Ji Cun Xi
berhasil mengambil kartu chip.
Orang-orang yang berdemo di pelabuhan datang kembali ke pabrik. Mereka
menemukan Wu Qi Qi pingsan, tapi mereka mengira dia mati. Mereka semua
meratapinya. Tiba-tiba Wu Qi Qi bangun dan mengatakan bahwa kartu
chipnya telah dirampas Ji Cun Xi. Mereka pikir Ji Cun Xi pasti masih di
sekitar pulau itu. Lalu mereka melakukan penyisiran satu per satu rumah.
Hingga akhirnya mereka pun melewati rumah Chen Xin Yi. Xi Shi meminta
kakk Chen Xin Yi menjelaskan pada mereka kalu Chen Xin Yi baru saja
datang dan tidak boleh diganggu. Mereka bertanya apa melihat Ji Cun Xi.
Kakak Chen Xin Yi pun memberikan arah yang salah.

Di dalam rumah Xi Shi, Xi Shi dan anaknya tertua menginterogasi Chen Xin
Yi, berteriak-teriak untuk membunuh orang yang tidak bertanggung jawab
yang telah membuat Chen Xin Yi hamil. Mereka tidak sadar, ada Ji Cun Xi
yang mendengarkan itu semua di luar, dari balik pintu. Chen Xin Yi tidak
mau mengatakan siapa ayah dari anak yang di kandungnya. Melihat Chen
Xin Yi mau dipukul Xi Shi, Ji Cun Xi pun menerjang masuk untuk
menghentikan pemukulan terhadap Chen Xin Yi. Ji Cun Xi langsung
mengatakan bahwa dialah yang harus bertanggung jawab. Kakak tertua Xin
Yi melihat pakaian Ji Cun Xi yang basah dan kotor menyimpulkan dia
merupakan imigran gelap, Ji Cun Xi menyangkalnya tetapi dia tidak bisa
menunjukkan KTP-nya yang terjatuh di laut ketika berenang kemari. Ketika
mereka meminta gajinya, JI Cun Xi menjawab dia tidak menerima gaji
malah membuat ibu dan kakak Xin Xi mengira dia seorang imigran gelap
yang bekerja sebagai gigolo. Lalu mereka mulai memukuli Ji Cun Xi.
Karena malu Chen Xin Yi hamil dengan imigran gelap, mereka memutuskan
untuk meyembunyikan Ji Cun Xi di rumah mereka agar berita tak tersebar.
Di kediaman Ji, Ji Liu Xiu Ling dan putranya membawa CD yang dicurinya
dari kantor Ji Cun Xi untuk memeras nenek Ji Cun Xi. Tapi mendengar Ji
Cun Xi dapat pasangan malah merasa senang. Ketika ibu Xin Yi menelpon
memberi tahu cucunya ada di Pulau Jiang Mu, dan menghamili anaknya,
nenek Ji Cun Xi merasa sangat senang dan ia akan mendatangi Pulau Jiang
Mu dan memastikan bahwa Ji Cun Xi akan bertanggung jawab terhadap Chen
Xin Yi.
Malam pun tiba, Ji Cun Xi marah-marah ditaruh di sebuah kamar yang
berantakan,. Tiba-tiba Chen Xin Yi datang membawakan pakaian ganti dan
makanan. Lagi-lagi, Chen Xin Yi dengan kenaifannya bilang maf. Lalu
mereka saling bercerita mengenai harapan masing-masing. Chen Xin Yi
ingin semua orang mengingat hari ulang tahunnya. Sedang Ji Cun Xi tetap
ingin bersama dengan Anna, dia tidak mengingikan anak dari Chen Xin Yi.
Chen Xin Yi yang pada dasarnya orang baik yang tidak mau menjadi orang
ketiga setuju untuk mengaborsi kandungannya, mereka berdua bersepakat
akan pergi ke rumah sakit besok. Lalu mereka berdua berbaring untuk
tidur. Ji Cun Xi yang mempunyai kebiasaan memegang selimut strawberry
tidak dapat tidur, lalu Chen Xin Yi meninabobokkannya dengan nyanyian
sampai tertidur.
Keesokan harinya, Ji Cun Xi bangun. Ia menemukan catatan dari Chen Xin
Yi yang memutuskan untuk pergi ke RS sendirian. Khawatir, ia pun berlari
keluar untuk menyusul Chen Xin Yi.
Dokter memeriksa bayi melalui USG, terlihat sebuah janin dan suara detak
jantung yang membuat Ji Cun Xi berpikir ulang untuk aborsi. Ketika
mendengar ada pasangan lain yang bertengkar, si pria ingin wanitanya
melakukan aborsi, tiba-tiba Ji Cun Xi menghajar dan menegur si pria
tersebut agar mempertimbangkan perasaan pacarnya. Si pria tersebut
bilang munafik, bukankah dia juga sedang melakukan hal yang sama
dengannya yaitu ingin aborsi? Menyadari apa yang dia lakukan, Ji Cun Xi
langsung membuka pintu kamar operasi untuk menghentikan aborsi. Mereka
keluar dari RS, di depan bertemu dengan nenek Ji Cun Xi dan ibu Xin Yi
yang menyebut mereka pembunuh. Lalu mereka menjelaskan bahwa mereka
membatalkan aborsi. Nenek mengenalkan diri sebagai nenek Ji Cun Xi pada
Chen Xin Yi, lalu mengajaknya naik ke mobilnya.
Episode 4 : God! I hope that I'm not the groom
Episode 5 : It's not easy to be Ji Cun Xi's bride!
Episode 6 : Ji Cun Xi's trap of gentleness
Episode 7 : Sorry, I wronged you
Episode 8 : For you, I am willing to be a chicken
Chen Xi menyamar jadi ayam. Ia menghibur semua pengunjung kafe. Ji Cun Xi sangat senang. Ia meminta ayam itu menemaninya makan.
Kehangatan ayam, membuat Ji Cun Xi mulai teringat dengan seseorang yang
selalu dianiayanya, Chen Xin Yi. Chen Xin Yi dalam balutan kostum ayam
yang mendengar curhatan Ji Cun Xi meneteskan air mata. Ji Cun Xi
berinisiatif menelpon Chen Xin Yi. Ji Cun Xi kaget kenapa ponsel Chen
Xin Yi ada di tangan ayam itu. Ji Cun Xi berusaha membuka kepala ayam.
Dan ternyata benar, orang dalam kostum ayam itu Chen Xin Yi. Dialog
kocak antara Chen Xin Yi dan Ji Cun Xi mewarnai adegan ini.
Episode 9 : The drastic change of Ji Cun Xi's feelings!
Ji Cun Xi menggedor pintu nenek penjual bakpao jahe. Nenek membuka pintu
dan memarahi Ji Cun Xi karena mengganggu waktu tidurnya. Ji Cun Xi
bilang ke nenek, ia butuh dua bakpao jahe demi Chen Xin Yi. Nenek
pura-pura tangannya sakit, nggak bisa bikin. Tapi Ji Cun Xi bisa bikin
sendiri. Demi Chen Xin Yi, Ji Cun Xi membuat bakpao jahe, dengan
instruksi nenek. Adegan kocak mewarnai drama ini. Berkali-kali Ji Cun Xi
dipukul nenek. Dan akhirnya bakpao pun jadi, hasilnya tidak begitu
mengecewakan.
Ji Cun Xi menuntun Chen Xin Yi ke sebuah taman romantis yang dilengkapi
pohon kelap-kelip. Ia menutup mata Chen Xin Yi. Setelah tiba di tempat
itu, tarrraaa..... dua buah bakpao jahe "Happy Birthday" dipersembahkan
buat Chen Xin Yi. Chen Xin Yi sangat senang. Ia lalu berdoa.
Tiba-tiba nenek mengagetkan mereka. Nenek meminta Ji Cun Xi memeriksa listrik yang padam. Berkali-kali Ji Cun Xi dipukul nenek.
----
Jam setengah tiga pagi di kediaman Ji Cun Xi, Ji Cun Xi bicara dengan
Baby Ji. Chen Xin Yi selesai mandi. Air berceceran di lantai. Ji Cun Xi
memarahi Chen Xin Yi. Ia meminta Xin Yi mengenakan celana panjang
miliknya. Xin Yi pun menurut.
Jam setengah empat pagi di kediaman Ji, Ji Cun Xi belum bisa tidur. Ia
ngomong-ngomong sendiri dengan Baby Ji. Akhirnya, ia mengajak Baby Ji
jalan-jalan.
Ji Cun Xi membangunkan Ansen. Ansen menggigil kedinginan. Ia mengeluh
betapa susahnya jadi tangan kanan Ji Cun Xi. Ia bilang pada Ji Cun Xi.
Waktu mau berangkat ke Pulau, ia belum sempat naik kapal. Ia tercebur ke
laut.
Di tempat lain, Anna tersadar dari komanya. Ia mendapati kakinya
dibalut. Ia bertanya pada ketua pertunjukkan apa yang sudah terjadi
padanya. Ketua pertunjukan memberikan kabar buruk, Anna tidak bisa jadi
Oddete lagi. Peran Odette dialihkan pada Si Culas. Anna bilang, ia
dijebak. Namun ketua pertunjukkan tidak mau mendengar penjelasan Anna.
Ketua pertunjukkan meninggalkan Anna. Dengan mata sinis dan puas, Si
Culas meninggalkan Anna. Anna menangis.
Di kediaman Ji, Nenek Ji meminta Ji Cun Xi dan Chen Xin Yi menghadiri acara amal.
Episode 10 : Happiness, like treading on ice
Episode 11 : Ji Cun Xi's difficult problem!
Episode 12 : Everything back to zero...
Nenek Ji heran mengapa Chen Xin Yi membawa sesedikit ini barang ke
kediaman Ji. Sepertinya, ia sudah siap pergi meninggalkan kediaman Ji.
Ji Cun Xi melihat kotak permohonan milik Chen Xin Yi. Ia lalu membuka
kotak tersebut. Lembar demi lembar dibaca. Nenek Ji pun ikut membaca.
"Jun Xi, kalau perasaanmu sama seperti dia, cepat cari Chen Xin Yi? Aku ini nenekmu, aku tahu kamu. Kenapa bengong? Ayo cepat!"
Ji Cun Xi lalu menelpon Ansen supaya mengisi penuh bensin kapalnya.
"Nenek, makasih!"
Ji Cun Xi menemui Ansen. Ansen bilang kapal sedang diperbaiki, jadi
harus nunggu besok. Kalau mau, maka ia harus naik kapal lain.
Bersama Dylan, Chen Xin Yi meninggalkan Pulau. Ibu Chen Xin Yi melambai-lambaikan tangannya penuh haru mengantarkan Chen Xin Yi.
Tiba-tiba Ji Cun Xi datang dengan kapal lain. Ia melihat ibu Chen Xin Yi
melambai-lambai. Saat turun, dengan sinis Ibu Xin Yi mengabaikan
kedatangan Ji Cun Xi.
Sinopsis Drama Asia (Taiwan) "YOU ARE MY DESTINY"
a.k.a "Fated To Love You"
Episode 13 : Rebirth
Dylan dan Chen Xin Yi pergi ke Shanghai.
"Kalau
saja, ... aku tidak muncul pada saat itu, anakmu pasti tidak akan
keguguran. Aku harap kamu bisa segera bertemu dengan Chen Xin Yi.", kata
Anna.
"Aku tidak bisa kembali ke New York, sama seperti aku tidak bisa kembali ke sisimu." lanjut Anna.
"Kenapa? Ayo jelaskan!", tanya Ji Cun Xi.
"Aku sudah dipecat. Mereka tidak mau menerima balerina yang kabur sehari
sebelum hari pertunjukan demi hari ultah pacarnya.", jawab Anna.
Banyak hal berubah. Chen Xin Yi sekarang yang bernama Elaine belajar
membuat keramik. Sedang Anna membuka kelas tari. Dan Ji Cun Xi bekerja
untuk mematikan perasaannya. Tetapi jauh di lubuk hatinya, tidak ada
yang berubah. Setiap kali ketika Ji Cun Xi melihat gadis baru di kantor,
itu mengingatkannya pada Chen Xin Yi. Setiap kali seseorang memanggil
keluar Xin Yi, Ji Cun Xi akan berbalik untuk melihat.
Dua tahun kemudian ...
Suatu hari Dylan memasuki ruangan kelas Elaine dan mengetuk pintu dan
menanyakan apakah guru masih membutuhkan murid lagi. Elaine mendongak
dan tersenyum. Salah satu anak melihat Dylan dan bilang, "Pacar Guru ada
di sini!"
Dylan mengganding Elaine setelah kelas berakhir dan membawa kembali ke
galeri. Dylan menunjukkan sesuatu. Ia membuka kain merah penutup sesuatu
itu. Sesuatu itu adalah hasil karya perdana Elaine. Dylan berencana
untuk menjualnya dan memperkenalkan Elaine kepada dunia. Benar-benar
bersyukur, Elaine mengatakan bahwa dia (Dylan) begitu sabar dan baik
padanya, dia (Chen Xin Yi) tidak tahu bagaimana menanggapi.
"Apakah kau menganggap bahwa aku begitu baik padamu? Ya, kamu memang
pantas mendapat kebaikan?", jawab Dylan. "Tidak, aku hanya tidak tahu
bagaimana aku bisa membalasnya.", kata Chen Xin Yi.
"Ada sesuatu yang telah mengganggu saya baru-baru ini, Setelah dua tahun
terakhir, Elaine tidak membutuhkan apa pun lagi. Jika dia ingin
sesuatu, dia memiliki kemampuan untuk mendapatkannya sendiri. Kecuali
untuk satu hal." "Apa itu?" "Cinta.", aku Dylan pada Elaine.
Elaine menatap Dylan dalam waktu yang lama, dan kemudian tertawa. "Ini
bagus. Ini adalah hal terlucu yang pernah kudengar selama dua tahun
ini."
Episode 14 : Love in Shanghai
Episode 15 : Uncuttable
Episode 16 : Courage
Episode 17 : Out of Control
Chen Xin Yi tersadar jasnya Ji Cun Xi sedang dikenakannya. Ia lalu
berbalik arah dan menuju hotel tempat Ji Cun Xi. Apa yang terjadi? Ji
Cun Xi malah mengusir Chen Xin Yi, karena sudah sepakat menjadi orang
asing, kenapa balik lagi? Chen Xin Yi melihat jalannya Ji Cun Xi
sempoyongan. Chen Xin Yi begitu cemas dengan keadaan Ji Cun Xi. Ia
pegang kening Ji Cun Xi yang panas demam. Chen Xin Yi mengikuti Ji Cun
Xi hingga depan kamar. Mereka malah adu mulut dan berakhir dengan ciuman
hingga masuk kamar.
Adegan yang disensor itupun usai. Ji Cun Xi digantiin bajunya dan tidur dalam selimut.
Tiba-tiba Anson menelpon. Ia bilang kemungkinan Anna menyusul ke
Shanghai karena sudah tahu tembikar yang dibeli Ji Cun Xi adalah karya
Chen Xin Yi.
Anna tiba di hotel itu, lalu masuk kamar hotel yang kebetulan tidak dikunci. Ia lihat Ji Cun Xi yang sedang tidur terlelap.
Beberapa menit kemudian, Ji Cun Xi terbangun dan mendengar ada orang
yang sedang membuka kran wastafel. Ia pikir itu Chen Xin Yi. Otomatis ia
memanggil "Xin Yi". Anna diam bukan namanya yang dipanggil. Ji Cun Xi
kaget. Ternyata orang di sana adalah Anna, bukan Chen Xin Yi. Dengan
wajah takut, Anna memeluk Ji Cun Xi dan bilang dia cuma mau Ji Cun Xi
pulang bareng dengannya tanpa mau tahu cerita yang terjadi selama Jun Xi
di Shanghai.
Episode 18 : Fated to be with love
Episode 19 : The self assertive sticky note
Episode 20 : A confession over two years
Episode 21 : Rewards finally come from hardship
Episode 22 : Suffering from the consequences of love
Episode 23 : Fated to love you
Episode 24 : The last sticky note of Fated to Love You